Rozald Sihombing’s Blog

yang ringan dan yang lucu..

Mimpi sepakbola

Indonesia mencalonkan diri menjadi tuan rumah piala dunia 2018 atau 2022. Luar biasa. Inilah untuk kesekian kalinya sang punggawa PSSI, Nurdin Halid, melakukan langkah kontroversial.

Tak tanggung-tanggung, selepas dirinya (atau PSSI-sama saja) mengklaim kesuksesan sebagai tuan rumah piala Asia beberapa waktu yang lalu, walaupun konon kabarnya mengalami kerugian  dan menyisakan hutang milyaran kepada para kontraktor dan supplier, dengan lantang sang punggawa memproklamirkan pencalonan PSSI sebagai tuan rumah perhelatan sepak bola terbesar di jagat ini tersebut.

Dengan keyakinan mendapat restu dari SBY, melalui Adhyaksa Dault, Nurdin Halid sangat optimistis dengan rencananya itu, bahkan terang-terangan memohon doa restu dari seluruh  rakyat Indonesia. Nyeleneh..

Bukannya tidak senang dengan rencana tersebut, sebagian besar bangsa ini masih belum lepas dari rasa kaget dan ketidak percayaan, bahkan sebagian sudah mulai berpikir-pikir, apa pula rencana sang mantan narapidana ini. Adakah maksud-maksud terselubung di belakang semua itu?

Jangan ditanya, berapa  nilai bisnis perhelatan akbar tersebut, baik dari segi perputaran uang maupun biaya persiapan dan pembangunan sarana-sarana pendukung. Agar dapat menjadi tuan rumah, setidaknya Indonesia harus memiliki dua stadion sepakbola yang berkapasitas minimal 80.000 penonton untuk pertandingan pembukaan dan final, itu sudah dimiliki, tinggal menambah sekitar 10-an stadion sepakbola yang mumpuni yang berkapasitas minimal 40.000 penonton. Disamping itu sarana akomodasi pendukung seperti hotel, apartemen dan berbagai fasilitas lainnya haruslah memadai baik jumlah dan fasilitasnya, atau paling tidak, segera disiapkan. Belum lagi infrastruktur lainnya seperti infrastruktur jaringan komputer, koneksi internet yang sempurna, maupun infrastruktur dasar lainnya semisal bandara, jalan tol, stasiun kereta api/ bis dan lain sebagainya. Juga situasi kemananan dalam negeri. Yang terbayang adalah .., keinginan menciptakan proyek, proyek dan proyek belaka. Siapa bandar yang akan berdiri di belakang sang ketua umum tersebut. Silakan menebak-nebak sendiri saja..

Jangan berpikir bahwa hal itu masih terlalu lama. Sebab jika terpilih pada Desember 2010, paling tidak mulai tahun 2011 persiapan pembangunan harus segera dimulai. Bayangkan, tak sampai 2 tahun lagi… Sangat dekat, sangat menggiurkan.

Kalau ditanya, pasti sebagian besar rakyat ini tidak setuju, bukan piala dunianya, tapi terhadap figur PSSI (dan isi-isinya).. Tidak tahu malu dan tidak mau berkaca.. Namun, untungnya,  (rasanya) itu hanyalah mimpi belaka, dengan keberadaan persepakbolaan nasional yang masih kocar-kacir, kepengurusan organisasi yang morat-marit. Rasanya hal itu menjadi sangat muskil!! Apalagi saat ini mutu kesebelasan nasional masih sangat rendah, hanya berada di peringkat 133 pula. Di tingkat regional Asean saja kita sulit berbicara!

Apa berani FIFA mempertaruhkan reputasinya kepada sang Nurdin (maupun PSSI), yang nota bene telah beberapa kali di beri warning oleh FIFA, namun terus membangkang dan mencari alasan untuk dapat terus menerus berkuasa di PSSI? Apalagi saingan PSSI sangat berat, yaitu Inggris (peringkat-7, Agustus 2009), Jepang (40), Qatar (83), Rusia (6), Portugal (17), dan Spanyol (2). Pesaing lainnya adalah Australia (14), trio Belgia (68)-Belanda (3)-Luxemburg (116), Kanada (66), Cina (107), Meksiko (24), dan Amerika Serikat (11). Repot memang…

Ah rasanya ini cuma mimpi belaka, kalau tidak mau mengatakan sang jagoan sedang memainkan spekulasi bisnisnya …..

16  September 2009

Kawin siri

Fenomena kawin siri akhir-akhir ini cukup mengemuka. Luar biasa, siapapun bisa melakukan kawin siri ini. Artis, pengusaha, pejabat pemerintah, politikus, ustad, … siapa saja!!

Kenapa ya para wanita itu mau terjerumus ke dalam perbuatan kawin siri itu. Padahal saya melihat, posisi pihak wanita sangat lemah; kapan saja bisa diceraikan, dan kemungkinan besar ‘dilemahkan’ pula hak-haknya sesuai hukum positif maupun hukum agama. Selain itu, citra di masyarakat pun menjadi cenderung negatif.

Persoalannya adalah, alasan utama yang sering disebutkan pelaku kawin siri itu lho, ‘daripada berjinah kan lebih baik dihalal kan….’ Luar biasa!!, sang wanita tidak merasa keberatan, bahkan cenderung bangga.

Beberapa kasus kawin siri yang cukup menggempita adalah:

1. Syekh Puji dengan seorang gadis tanggung bernama Ulfah

– Menurut saya alasan mendasarnya adalah jelas-jelas nafsu sex yang menyimpang. Buktinya si Ulfah (katanya) hamil.

2. Dewi Persik dengan Aldi Taher

– Nafsu liar Dewi Persik sangat luar biasa, terbukti dia bisa melakukan kawin siri berkali-kali dengan beberapa pria.

3. Adjie Massaid dan Angelina Sondakh

– Kawin siri dilakukan untuk melegalkan hubungan pribadi yang sudah sedemikian erat.

4. Yang paling gres adalah antara almarhum Nasaruddin dengan sang Caddy, Rani.

5. Dan, masih banyak kasus-kasus lain yang terjadi di masyarakat.

Yang menarik buat saya adalah kasus Angelina Sondakh dan Adjie Massaid. Luar biasa. Menurut saya mereka ‘harus’ melakukan itu (yang disembunyikan pula) untuk melegalkan hubungan cinta yang sudah terlanjur sedemikian erat dan intim. Sementara pernikahan resmi akan mengecewakan banyak pihak dan pasti akan melemahkan citra masing-masing dalam kancah persaingan merebut kembali posisi sebagai anggota DPR. Buktinya selesai pileg perbuatan tersebut langsung diumumkan, dan celakanya (kabarnya) sang Angelina telah berbadan dua.

Buat Adjie Massaid, tak banyak yang bisa dikomentari. Buat Angelina Sondakh? Luar biasa kebohongan publik yang dibuatnya. Usaha keras yang dibuatnya (selama ini) untuk mendapatkan citra sebagai wanita super, yaitu wanita yang cantik, cerdas, unggul, bijak; berbanding terbalik dengan realitanya. Kawin siri dan kebohongan publik yang dilakukannya bisa-bisa berujung pada citra seorang Angelina Sondakh yang munafik, egois, dan bodoh. Ya, buat saya hanya orang-orang bodoh saja yang melakukannya. Sayang sekali.

23 Mei 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: