Rozald Sihombing’s Blog

poli-tik-kitik-kitik…

SBY dan KPK

Dalam suatu kuliah terbuka di Bandung tahun 2005 yang lalu. Erry Riyana Hardjapamekas selaku salah seorang pembicara, mewakili KPK, menjawab pertanyaan forum: “KPK tidak akan berhasil melaksanakan tugasnya apabila tidak didukung penuh oleh pemerintah. Lembaga KPK yang dianggap berhasil, seperti di Korea dan di Cina, berhasil mengembalikan kekayaan negara dan menjebloskan para koruptor tanpa pandang bulu karena didukung penuh oleh presidennya yang berdiri sebagai garda terdepan.” Kemudian dia melanjutkan: “Apabila KPK menghadapi benturan berat, kemudian presiden katakan tangkap, dan jebloskan. KPK dapat bergerak dengan mantap. Tak ada yang bisa berkutik. Itu cara satu-satunya untuk mewujudkan KPK yang kuat.”

Adalah suatu kenyataan, sepahit apapun, bahwa KPK sebagai lembaga yang dibuat khusus oleh negara Indonesia (dan juga negara lainnya)-yang tingkat korupsinya tertinggi di dunia-untuk melawan dan memberangus koruptor, betul-betul harus didukung penuh oleh presiden. Apabila dalam menjalankan tugasnya, KPK menghadapi benturan dengan lembaga lainnya (misalnya Polri dan Kejaksanaan), seharusnya Presiden menyatakan sikapnya untuk memihak KPK.

Setiap instansi mempunyai sejarah kelahirannya sendiri-sendiri, baik Polisi, Kejaksaan, maupun TNI. Demikian pula KPK. Reformasi 11 tahun yang lalu masih segar dalam ingatan. Dan salah satu hasil reformasi itu adalah terbentuknya KPK. Jangan abaikan dan khianati sejarah. Sebagai catatan, korupsi sudah dinyatakan sebagai kejahatan luar biasa, dan harus dihukum seberat-beratnya. Sementara kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara terkorup di dunia. Jadi sungguh suatu kerja yang luar biasa berat yang harus dilakukan oleh KPK.

Dalam kasus Bibit-Chandra ini, kita sangat kecewa dengan sikap SBY. Amanat reformasi kurang diindahkan. Semoga SBY menyadari kekhilafannya dan kembali ke track yang benar. Semoga.

31 Oktober 2009

 

Sang Bakrie

Ditengah hingar bingarnya pemilihan ketua umum Golkar dan semaraknya pencalonan Aburizal Bakrie sebagai ketua umum, kita dihentakkan dengan kasus (diduga) penyalahangunaan dana nasabah di Bakrie Life yang berimplikasi terhadap gagal bayarnya perusahaan tersebut terhadap beberapa produknya.

Sekali lagi, Bakrie, sebagai suatu perusahaan, membuat kehebohan terhadap perekonomian bangsa ini. Setelah kasus kejatuhan saham Bakrie beberapa waktu yang lalu (yang konon dikatrol habis-habisan oleh pemerintah-walau sempat mengalami penolakan penuh dari Sri Mulyani), dan sebelumnya oleh kasus yang lebih besar lagi, Lapindo Brantas. Kali ini kasus Bakrie Life pun memberi ujian cukup berat bagi pemerintah.

Di masa lalu, Nusa Bank, termasuk bank yang harus dilikuidasi dan dilebur ke dalam suatu bank (Bank Permata?). Secara logika, orang yang telah cacat dalam suatu bisnis keuangan, seyogyanya tidak dapat diberikan kepercayaan untuk melakukan bisnis lain di bidang keuangan.

Pepatah orangtua-orangtua kita “sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya” kelihatannya tak berlaku untuk Bakrie. (Mungkin juga terhadap beberapa pihak lainnya).

Kasus kejatuhan saham Bakrie pun, membesot kasus lain, yaitu urusan gadai menggadai saham yang kelihatannya mengandung unsur ‘melanggar etika’, kalau tidak mau mengatakan adanya unsur pelanggaran pidana disitu. Kabarnya yang digadaikan itu termasuk saham publik. Walahualam. Mungkin masih banyak kasus-kasus lain mengenai Bakrie ini yang belum menguap ke permukaan.Kita hanya bisa menanti, kasus apa lagi di masa depan yang akan timbul.

Kembali ke hingar bingarnya pemilihan ketua umum Golkar. Kita berharap semoga Golkar sebagai salah satu partai tertua dan terbesar dapat memulihkan kembali nama baiknya, dan kembali ke khitahnya sebagai partai nasionalis yang terus setia membangun negeri ini. Tidak menghancurkannya.

29 September 2009

lihat di www.politikana.com

 

Pilpres Putaran Kedua

Seorang teman berkata pada saya, ..”wah,kalau yang maju ke putaran kedua pilpres adalah Mega-Prabowo dan SBY-Budiono.. saya yakin JK akan berpaling ke SBY lagi, nggak bakalan dukung Mega dah!!”. Sederhana, tapi cukup menyentak. Saya mulai berpikir-pikir mengenai kemungkinan itu. Yang terbayang adalah…, mungkin saja JK mau berpaling lagi .., walaupun sebagai orang Bugis pasti itu berat dilakukan. Gengsi.

Bagaimana SBY?.. Nah ini agak seru. Melihat sepak terjangnya akhir-akhir ini, pasti akan ada balas dendam atau cerita politik pecah-belah nantinya. Gaya tentara lah.. Dia akan singkirkan JK dan merangkul Golkar. Golkar Yes, JK No! Itu yang akan dibilang…

Dan siapa yang akan jadi Ketum Golkar menyingkirkan JK..? Silakan tebak siapa-siapa saja kawan dekat SBY yang adalah petinggi Golkar. Mungkin itu orangnya. Menurut saya itu sangat besar kemungkinannya. Dan, …. Itu sah-sah saja lah dalam dunia politik… Artinya, 2 putaran tidak masalah buat SBY-Budiono!!

26 Juni 2009

 

Politik nasional dan suksesi

Melihat fenomena pepolitikan nasional saat ini membuat hati kita sangat gundah. Bagaimana tidak, pergumulan sesama jumawa-jumawa politikus ‘masa lalu’ untuk menjadi pemimpin bangsa ini begitu ramai. Dan konyolnya, semuanya mengusung motto ‘perubahan’ (apa pula ini?). Belum tampak adanya pemimpin (muda) baru, yang dapat melaksanakan amanat rakyat yang (sudah sangat) haus akan perubahan untuk mewujudkan reformasi yang nyata.

Apakah kita dapat percaya akan komitmen mereka (para jumawa-jumawa itu) apabila nanti terpilih menjadi pemimpin bangsa ini? Pertanyaan mendasarnya adalah: Untuk dapat menghasilkan perubahan, tentunya seseorang harus mau merubah dirinya terlebih dahulu (secara ekstrim). Bagaimana perubahan dapat dihasilkan oleh seseorang yang tidak dapat merubah dirinya ..?

Melihat sepak terjang mereka saat ini, kita boleh tersenyum atau bahkan tertawa, aksi yang mereka lakukan sama sekali tidak mencerminkan adanya perubahan dalam diri mereka.., gaya orde baru..!! Sementara mereka terus saja meneriakan perubahan dalam setiap pidato politiknya. Tak heran banyak yang muak dan akhirnya memilih menjadi golput..!

Kesuksesan Partai Demokrat yang fenomenal memang memicu munculnya punggawa-punggawa yang mengusung parpol baru. Padahal isinya sama saja, kutu loncat dan para oportunis sejati. Satu lagi pertanyaan:  Apakah kesuksesan Partai Demokrat akan bertahan lima tahun yang akan datang? Sangat sulit menjawabnya. Namun (kemungkinan besar) yang akan terjadi adalah, perpindahan politikus secara besar-besaran dari partai lama ke partai baru (yang akan muncul), khususnya dari Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai Hanura. Mengapa? Karena partai-partai itu sangat identik dengan ketokohan punggawanya, dimana lima tahun yang akan datang, para punggawa itu sudah sepuh dan akan terlindas oleh punggawa baru. Terus begitu..

10 Mei 2009

 

TNI dan Pemilu

Saya sama sekali tidak bermaksud menjelekkan TNI. TNI adalah suatu entitas yang sama seperti  entitas lainnya, berisikan manusia juga, ada yang baik dan ada yang jahat. Kalau kita tilik kembali sejarah TNI, perbedaan sudah ada sejak dulu.. pilih kasih, kelompok A kelompok B, perbedaan fasilitas dan lain-lain, bahkan ada kecemburuan antara satu Angkatan dengan Angkatan yang lain.. Itu fenomena, apa kita akan membiarkan api dalam sekam terus dipelihara?

Bahkan sejak awal pendirian TNI yang merangkul sekaligus merupakan fusi dari berbagai Laskar Rakyatpun dipenuhi intrik. Kita hanya bisa dan masih terus berharap mendapatkan TNI yang kuat dan mempunyai jiwa kejuangan yang tegas sebagai alat negara sekaligus pembela kepentingan rakyat. Harus disadari bahwa kenyataannya TNI hidup dari pajak yang kita bayarkan.

Disisi lain amatlah sedih melihat betapa jurang yang sangat luas membentang antara kehidupan perwira dibandingkan tamtama. Terlebih kita dipaksa menerima dan memaklumi kebenaran daftar laporan kekayaan Jenderal A, Jenderal B atau Jenderal-Jenderal lainnya yang berdalih mendapatkan kekayaannya melalui cara yang wajar. KPK harus masuk dan memeriksa oknum TNI yang nakal. Tak ada cara lain.

Isue-isue negatif tentang TNI dimasa lalu mengenai adanya kepentingan oknum-oknum militer yang ikut bermain dalam konflik-konflik masa lalu di Aceh, Timor Timur, Ambon, Poso, Papua dan sebagainya tak bisa begitu saja dinafikan. Juga kisah dari mulut ke mulut mengenai keterlibatan TNI dibalik setiap peralihan kekuasaan dan pelanggaran HAM membuat kita terus mempertanyakan kebenarannya. Termasuk dalam peristiwa pemilihan kepala daerah.

Rakyat tidak boleh diam. Kita harus terus berjuang dan menekan TNI dalam menuntaskan reformasi internalnya. Kebangkitan TNI untuk berkuasa dalam pemerintahan sipil harus dicegah. Civil society harus tetap ditegakkan.

Kita tidak benci TNI. Justru kecintaan kita terhadap TNI lah yang mendorong kita untuk terus mengkritisi dan mendorong TNI agar menjadi lebih profesional.

Tak sampai tujuh hari ke depan kita akan memilih pemimpin baru. Dan dalam situasi yang semakin memanas akhir-akhir, kita berharap peran TNI dalam menjaga netralitasnya. Martabat TNI dipertaruhkan.

Saya yakin dan percaya masih jauh lebih banyak anggota TNI yang baik dibandingkan yang buruk, yang mementingkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi. Tanpa merendahkan korsa kesatuannya masing-masing.

Selamat memilih rakyat Indonesia. Itu adalah hak konstitusional kita semua. Jangan golput.

Untuk TNI. Selamat bertugas mengamankan Pemilu, dan menjaga Indonesia yang bermartabat.

Salam dua jari.

 

3 Juli 2014

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. Mahir Pakpahan said, on June 26, 2009 at 4:13 pm

    Menarik sekali ulasannya Pak Hombing…
    Kenapa Perubahan menjadi barang dagangan saat ini… karena memang Perubahan itu sendiri tidak terukur dan sangat gampang diartikan sesuka hati.. yang pasti rakyat masih lebih banyak ingin berubah ke arah yang lebih baik..tapi sepertinya susah mendapatkannya..sesuatu yang susah didapatkan cenderung banyak ditawar-tawarkan.. meskipun bukan yang asli tapi mirip atau palsu..
    itulah kerjaan mereka-mereka calon ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: