Rozald Sihombing’s Blog

manajemen

Pada suatu milis yang saya ikuti, ada pertanyaan dari seorang kawan (seorang engineer yang tidak mempunyai latar belakang manajemen) mengenai analisa SWOT. Untuk membantu kawan tersebut, saya mencoba memberikan ulasan singkat mengenai topik itu. Saya mencoba menjawabnya secara umum, walaupun rasanya sulit untuk menjawabnya tanpa mencoba memberikan pengertian yang bersifat ilmiah. Apalagi tujuan kawan tersebut adalah untuk mencari strategi bisnis yang tepat bagi perusahaan tempatnya bekerja.

Analisis SWOT

Analisis terhadap suatu entity (umumnya perusahaan) yang dilakukan dengan mempertimbangkan faktor lingkungan eksternal dan faktor lingkungan internal yang mempengaruhi kinerja perusahaan.

Analisis SWOT mengidentifikasi faktor-faktor tersebut secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strenghts) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (Threats). Analisis SWOT membandingkan faktor eksternal yaitu peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) dengan faktor internal yaitu kekuatan (Strenghts) dan kelemahan (Weaknesses).

Untuk mendapatkan faktor internal dan faktor eksternal tersebut perlu dilakukan pengumpulan dan pengolahan data ke dalam suatu tabulasi data (untuk memudahkan analisis). Umumnya pendataan (=pengolahan data) dilakukan terhadap performansi peusahaan selama 5 –  10 tahun terakhir.

Pada analisis SWOT, proses pengolahan data pada dasarnya bukan sekedar kegiatan pengolahan data, tetapi juga merupakan suatu pengklasifikasian dan pra-analisis. Pengolahan data dibedakan dalam dua faktor, yaitu faktor lingkungan eksternal dan faktor lingkungan internal.

Faktor lingkungan eksternal adalah faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan dan merupakan faktor yang memberikan peluang dan ancaman terhadap perusahaan. Terbagi menjadi lima kategori: (1) kekuatan ekonomi; (2) kekuatan sosial budaya; (3) kekuatan politik, pemerintahan dan hukum;(4) kekuatan teknologi; (5) kekuatan persaingan (Fred.R. David, 2003). Faktor-faktor tersebut harus: (1) penting bagi tujuan pencapaian jangka panjang dan sasaran tahunan; (2) dapat diukur; (3) berlaku bagi semua perusahaan yan bersaing: (4) hirarki dalam arti beberapa faktor akan berkaitan dengan keseluruhan perusahaan dan beberapa yang lain akan terpusatkan pada bidang-bidang fungsional atau divisional. Faktor lingkungan eksternal mempunyai pengaruh yang kuat dalam pembentukan industry attractiveness.

Sedangkan faktor lingkungan internal adalah faktor yang dapat dikendalikan oleh perusahaan, yaitu aspek-aspek kunci perusahaan yang mempengaruhi kinerja perusahaan, seperti organisasi dan manajemen, keuangan dan investasi, keunggulan bersaing, dan teknologi. Aspek kunci ini menurut Pearce and Robinson (1997) disebut dengan strategic internal factors. Faktor lingkungan internal menunjukkan kekuatan dan kelemahan perusahaan.

Analisa terhadap industry attractiveness sebagai faktor lingkungan eksternal dimana industri berada, dapat dilakukan dengan memakai konsep Five Force Porter (1992) oleh Michael Porter dalam bukunya Competitive Strategy. Hal ini untuk menganalisa lingkungan industri dimaksud dan bagaimana entity tersebut akan mengembangkan strateginya untuk dapat bertahan dan berkembang dalam industri ini. Analisa ini juga dimaksudkan untuk dapat mengetahui darimana tantangan kompetisi berasal, apakah dari pendatang baru atau dari dan pemain lama/pemain yang sudah ada.

Selanjutnya aplikasi untuk menentukan strategi utama (berdasarkan konsep Fred R. David/ bisa dengan metoda lainnya) dilakukan melalui penggunaan tiga model matriks, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif, yaitu: Matrik Evaluasi Faktor Eksternal, Matrik Evaluasi Faktor Internal, dan Matrik Profil Kompetitif.

Ketiga model pengukuran tadi akan menghasilkan skor/ angka penilaian terhadap perfomansi perusahaan yang dinalalisis (setiap model mempunyai standar skor penilaiannnya sendiri).

Selanjutnya hasil analisis ini, bersama-sama informasi dari matriks EFI, EFE dan CPM, dicocokkan terhadap kerangka perumusan strategi untuk dapat menghasilkan keputusan strategi akhir yang lebih baik.

Model kuantitatif pengukuran yang digunakan adalah:

  1. Matrik TOWS, untuk mengukur faktor-faktor strategis perusahaan.
  2. Matrik SPACE, untuk mengetahui posisi strategis perusahaan
  3. Matriks Grand Strategy, untuk menentukan strategi-strategi alternatif perusahaan.

Untuk memberi gambaran yang lebih lengkap lagi bagi pemecahan masalah dan penentuan strategi perusahaan, sebelumnya dapat pula dilakukan analisis lainnya seperti analisis terhadap budaya perusahaan, analisis manajemen kinerja, analisis perfomansi perusahaan, maupun analisis terhadap parameter-parameter lainnya yang dianggap penting.

Selanjutnya langkah akhir berupa penentuan strategi perusahaan pada dasarnya adalah merupakan penentuan strategi bisnis perusahaan. Strategi bisnis perusahaan dirumuskan dalam beberapa alternatif strategi, yaitu strategi generik, strategi fungsional, dan strategi investasi.

2 April 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: